rini vidi vici @ trash

Icon

all garbage on my desk… arggghhhhhh…

Samsung Omnia / SGH-i900

Wajah Samsung Omnia terlihat cemerlang dengan layar sentuh yang terasa luas, ditambah casing berbahan mengilap mirip cermin. Casing belakangnya sedikit beda; tetap berbahan logam, namun tak mengilap. Warnanya lebih gelap dibanding casing depan dan ada tekstur mirip garis-garis lurus halus.

Satu hal yang perlu diingat, banyaknya penggunaan sentuhan pada layar membuat wajah mulus Omnia tercoreng bekas-bekas tangan. Dan itu tak terhindarkan karena ketiadaan keypad/keyboard otomatis memaksa kita memaksimalkan penggunaan layar sentuh.

Memang ada stylus, tapi disediakan sebagai asesori. Bagi yang merasa masih butuh stylus, tinggal gantungkan saja stylus mirip lipstik itu di lubang tali gantungan. Masih ingat touchpad di SGH-i780? Nah, Omnia juga punya Finger Mouse serupa di bawah layar. Ini bisa dipakai sebagai navigasi 4-arah atau mouse. Pilihannya bisa disetel dari Settings > System > Finger Mouse.

Layar mampu merespon gerakan tangan kita. Coba ubah peranti dari posisi portrait ke landscape; layar akan otomatis mengubah tampilan jendela menjadi landscape pula. Ini berlaku nyaris pada semua tampilan aplikasi. Pengaturannya ada di Settings > System > Motion Sensor. Umpan balik terhadap sensitifitas ketika memakai layar sentuh bisa dibantu getaran. Penyetelannya bisa dilakukan dari Settings > Personal > Vibration. Di sini juga bisa disetel tingkat ritmik getaran untuk Call Alert.

Jika keluarga HTC Touch punya TouchFLO, maka Samsung Omnia punya TouchWiz UI. Layar berisi kumpulan pintasan aplikasi dibuka dengan mengetuk Shorcuts di kiri bawah layar. Icon pintasan di dalamnya bisa digonta-ganti. Caranya, ketuk Edit, lalu tarik icon yang diinginkan ke tengah layar. Layar menu utama bisa diakses dengan mengetuk Main Menu di kanan bawah layar pada Home Screen. Main Menu ini bisa diakses pula dari tombol di kanan atas bodi.

Oya, secara default, theme yang dipakai Omnia adalah Samsung Theme 2. Theme ini meletakkan “pita” berisi deretan icon di kiri layar. “Pita” yang dinamai Samsung Widget tersebut bisa disembunyikan atau diperlihatkan hanya dengan mengetuk panah. Untuk menjalankan aplikasinya, kita tinggal “menyeret” icon ke tengah layar Home Screen, lalu mengetuknya. Icon-icon yang dijumput tadi juga bisa disusun rapi di tengah layar untuk memudahkan akses ke aplikasi favorit. Icon yang sudah diambil tadi bisa dikembalikan lagi ke “pita”.

Theme itu sendiri bisa disetel lagi warna (Theme) dan teks (Today Text)-nya. Jika tak mau memakai image yang tersedia, hilangkan centang di Use default image, lalu pilih sendiri gambarnya dengan mengklik Browse di Background. Perhatikan, jika kita pakai Samsung Widget, ada item lain di Items tak bisa dipakai. Jika kita mau pakai misalnya Device Lock, kita harus pilih theme lain.

Selain layar sentuh, yang patut diacungi jempol adalah kemampuan multimedianya. Ada FM Radio yang seperti biasa baru bisa dipakai bila headset tercolok. Kita bisa rekam siarannya. Ada pula opsi Turn radio off while using another program dan Turn radio on again after a phone call.

Isi jendela layar peranti juga bisa “dipindah” ke jendela layar monitor. Fungsi TV Out baru bisa dipakai kalau kabelnya tercolok. Kebetulan kami tak dibekali kabelnya, jadi kami tak bisa bercerita lebih banyak.

Catatan penting perlu kami berikan pada format audio dan video yang didukung Omnia. Audio bisa menjalankan file berformat mp3, aac, aac+, wma, ogg dan amr. Sedangkan video bisa menjalankan DivX, Xvid, mp4, wmv, H.263, dan H264.

Kamera 5MP yang dipasang di Omnia terbilang tertinggi di antara PDaphone yang ada saat ini. Kamera utama terpasang di belakang bodi, sementara tombol kamera ada di kanan bodi, paling bawah. Lensa kamera sudah auto focus.

Setting pendukung untuk foto maupun video terbilang lengkap. Yang penting dicatat pada foto adalah Shooting mode (Single, Continuous, Mosaic, Panorama, Smile), Mode (None, Portrait, Landscape, Sports. Party & Indoor, Beach & snow, Sunset, Dusk & Dawn, Fall Color, Night shot, Firework, Text, Show window, Candle Light, Back Light), ISO, GPS, WDR, dan Anti-Shake. Ukuran maksimal foto adalah 2560×1920. Untuk video, yang penting dicatat adalah setting Recording Mode (Normal, MMS, Slow). Ukuran maksimal untuk video adalah 640×480. Dan ada aplikasi Video Editor.

Baik foto maupun video ada Effect (None, Accent, Swap, B&W, Sepia, Green, Aqua, Negative, Solarize 1-4, Emboss, OUtline, Watercolor), Focus (Auto, Macro, plus Face pada foto). Perlu dicatat, icon Camera tak bisa diklik kalau orientasi layar sedang landscape; mesti ganti ke portrait dulu. Kamera kedua yang khusus untuk Video Call ada di pojok kanan atas layar.

Fasilitas GPS didampingi Google Maps. Untuk Indonesia, Samsung akan memasukkan peta Nusa Map versi 8. Kabarnya, peta tersebut dibuat untuk Samsung.

Windows Mobile 6.1 Professional menjanjikan fasilitas dan kinerja terbaik saat ini. Sejumlah fasilitas menarik lainnya juga bisa kita temukan di Omnia. Antara lain ada Smart Reader yang dipakai untuk “men-scan” kartu nama dan menyimpan datanya di Contacts. Tinggal arahkan kamera ke kartu nama; aplikasi otomatis memotret sendiri. Berikutnya, tinggal rapikan data di Contacts dan Save.

Lalu ada Hard Reset yang terbagi 2: Memory dan Storage Card. Memory ini sendiri terbagi atas Main Memory dan My Storage. Masing-masing bisa di-Reset tersendiri.

Ngomong-ngomong, kami masih tetap tak menyukai tipe yang dipakai Samsung untuk port charger/kabel data. Bentuk port ini berbeda, bahkan dibanding bentuk port pada peranti buatan Samsung lainnya. Ini menyulitkan pengguna untuk memakai kabel alternatif ketika kondisi mendesak. Slot MicroSD yang tersembunyi di balik batere menjadi alasan lain kami untuk merasa jengkel.

***

Penggunaan sentuhan pada panel virtual untuk pengoperasian aplikasi bukanlah yang pertama di dunia PDAphone. Tapi pada Omnia tetap terasa menarik karena pengalaman menggunakan Samsung Widget mengingatkan kami pada pengalaman menggunakan widget di Windows Vista.

Melihat kombinasi kelengkapan fasilitas, bagusnya kinerja dan kemudahan pakai, agaknya “Omnia” para pengguna akan terpenuhi.

Spesifikasi:
Rilis :
Harga : Rp.7.499.000,-
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 112x57x13 mm
Bobot : 122 gram
Sistem operasi : Windows Mobile 6.1 Professional
Prosesor : ARM920T PXA312
Memori internal : Flash ROM 8GB/16GB
Memori tambahan : MicroSD, MicroSDHC
Batere : Li-Ion 3.7V 1440 mAh
Waktu siaga : rata-rata 3 hari
Waktu bicara : rata-rata 6 jam
Layar : 3.2 inci, TFT, WQVGA, 240×400 pixel
Konektivitas antar peranti : Kabel data dukung USB 2.0, Bluetooth 2.0, WiFi
Konektivitas internet : HSDPA
Kamera : 5MP CMOS, auto focus, LED
Aplikasi : Office Mobile, Opera Browser, Camera, Digital Frame, FM Radio (dengan RDS), Google Launcher, Google Maps, Internet Sharing, Java, Main Menu, Media Album, Photo Slides, Podcast, RSS Reader, ShoZu, Smart Converter, Smart Reader, Streaming Player, TV Out Viewer, Task Manager, Task Switcher, Touch Player, Video Editor, DivX VOD Registration, Theme, Vibration, All Licences Deletion, Encryption, Enhanced GPS, External GPS, Finger Mouse, Hard Reset, Large Display, Motion Sensor, TV Out,
Isi paket : Charger, headset, manual

Plus :
Minus :

=====
specs on box:
5MP camera, AF
Quad-band, GSM 850/900/DCS 1800, PCS 1900/WCDMA 2100MHz
FM Radio
USB 2.0
WiFi
DivX
HSDPA 7.2Mbps

kebetulan dapet yg warnanya Modern Black -> warna item kayak apa itu ya?😀

isi kotaknya:
handset + stylus, charger, earphone (dgn 4 biji bud), CD
kok ga ada kabel data en manual ya? nyangkut di reviewer sebelom gw ngkali ye😀

===
daleman:
slot SIM Card di kiri, slot MicroSD di kanan. mulutnya sama2 keganjel batre.
batre Li-ion 3.7V (model AB653850CE)

belakang:
kamera 5MP dgn lampu kilat.

mbuka casing belakang itu caranya dgn nekan casing trus nggeser ke bawah.
permukaan casing gak licin. teksturnya mirip apa ya? pokoknya garis lurus2 gitu deh…

depan:
kamera di pojok kanan atas layar
layar sentuh (81mm)
call, touchpad, end call

kanan:
tombol Main Menu; deket ujung atas
volume 2-arah; deket bawah layar
tombol kamera; dikit di atas end call

kiri:
lubang tali gantungan di ujung atas
port kabel data/headset; dikit di atas call

atas:
tombol On-Off di pojok kanan
ada tombol Reset (?) di kirinya?

bawah: bersih

===
Camera

icon Camera gak bisa diklik kalo orientasinya sedang landscape; mesti ganti ke portrait dulu.

Filed under: PDAphone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Stats Blog

  • 41,512 hits

Archives

%d bloggers like this: